Hai dokter, kita ketemu lagi.
"OK, kenapa kamu datang lagi kemari, Vanny?"
"Yah, aku telat datang bulan lagi,"
"Tanggal berapa terakhir haid?"
"Tanggal 16 Juni, selepas meminum pil hormon itu,"
si dokter menghitung kalender, yang rupanya siklusku sampe 42 hari juga belum haid. dia menatap wajahku, cemas.
"Kita USG lagi,"
"Baiklah,"
"Kenapa bisa seperti ini? apa kamu sedang stres?"
"Entahlah, apa berpengaruh?"
"Sangat,"
"Kok bisa begitu?"
"Karena dipengaruhi hormon progesteron dan esterogen, hormon progesteronmu nggak imbang, jadi harus minum pil lagi ya."
"Sampai berapa lama?"
"Setiap hari, kalau bisa."
"Hah...?!!!!
diberilah aku pil primolut lagi untuk kedua kali, tapi, resep itu tak kutebus, dan aku hanya memilih jalan alami saja daripada harus minum obat lagi, dan tentunya..., tentunya keterlambatan memang terjadi lantaran stres berat, di mana pekerjaanku belum juga selesai dan sulit, ah...banyak tekanan dimana2, akhirnya sepulang dari USG, aku memutuskan untuk rileks dan tidak memikirkannya lagi. dua hari selepas itu, tiba2 datanglah mensku, yang telah kutunggu-tunggu!!!
alhamdulillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar